Kajian Intelektual: Mahasiswa sebagai Agen Perubahan: Masih Relevan atau Sekadar Simbol?


Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UPP PGSD Bone FIP UNM kembali menyelenggarakan kegiatan Kajian Intelektual sebagai ruang diskusi dan refleksi kritis bagi kader maupun mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026 bertempat di Sekretariat HMI Komisariat UPP PGSD Bone, dimulai pada pukul 19.30 WITA hingga selesai. Pada kesempatan ini, A. Harfin Syamsul hadir sebagai pemantik dengan mengangkat tema “Mahasiswa sebagai Agen Perubahan: Masih Relevan atau Sekadar Simbol?”.

Tema yang diangkat menjadi refleksi terhadap posisi mahasiswa di tengah perkembangan zaman dan dinamika sosial yang terus berubah. Mahasiswa selama ini dikenal sebagai agent of change atau agen perubahan yang memiliki peran penting dalam mengawal isu-isu sosial, pendidikan, politik, dan kemasyarakatan. Namun, di era modern yang penuh dengan pragmatisme dan perkembangan teknologi, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana peran tersebut masih relevan dijalankan secara nyata.

Pelaksanaan kajian berlangsung secara interaktif dan penuh antusiasme. Pemantik menguraikan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menjadikan predikat agen perubahan sebagai simbol atau identitas semata, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan konkret dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Diskusi berkembang pada bagaimana mahasiswa saat ini menghadapi tantangan berupa menurunnya budaya kritis, sikap apatis terhadap isu sosial, serta pengaruh media digital yang sering kali mengalihkan fokus mahasiswa dari perannya sebagai kontrol sosial.

Dalam kajian ini, peserta diajak untuk merefleksikan kembali fungsi dan tanggung jawab mahasiswa sebagai kelompok intelektual. Mahasiswa diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Selain itu, penting bagi mahasiswa untuk tetap menjaga idealisme, berpikir kritis, serta mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan perubahan sosial yang lebih baik.

Diskusi yang berlangsung juga menyoroti pentingnya membangun gerakan mahasiswa yang berbasis pada nilai keilmuan, solidaritas, dan kepedulian sosial. Peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan mengenai kondisi gerakan mahasiswa saat ini, sekaligus menawarkan gagasan tentang bagaimana mahasiswa dapat kembali mengambil peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh manfaat berupa peningkatan wawasan, penguatan kesadaran kritis, serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran mahasiswa di tengah dinamika zaman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat hubungan antar kader serta membangun semangat kolektif dalam menjalankan nilai-nilai perjuangan organisasi.

Kegiatan Kajian Intelektual ini merupakan salah satu bentuk komitmen HMI Komisariat UPP PGSD Bone dalam menjaga tradisi intelektual dan budaya diskusi di kalangan mahasiswa. Dengan mengangkat tema yang relevan dengan kondisi sosial saat ini, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga aktif, kritis, dan peduli terhadap masyarakat. Semangat “Yakin Usaha Sampai” menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran dan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.




Komentar