Basic Training (LK I) Angkatan XXXVI HMI Komisariat UPP PGSD Bone

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UPP PGSD Bone, Cabang Bone, sukses melaksanakan kegiatan Basic Training (LK I) Angkatan XXXVI yang berlangsung dalam dua tahapan, yakni Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) dan Forum. Kegiatan MAPERCA dilaksanakan pada 16 November 2025 yang bertempat di Pelataran Kampus A VI UNM PGSD Bone, sebagai tahap awal pengenalan nilai-nilai dasar HMI kepada calon kader. Selanjutnya, kegiatan Forum Basic Training dilaksanakan pada 19–23 November 2025 yang berlokasi di Aula Kampus B UNM PGSD Bone.

Mengusung tema “Membangkitkan Kembali Semangat Perjuangan Kader HMI di Tengah Dinamika Perubahan Zaman”, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang pembentukan kader yang tidak hanya memahami identitas keislaman dan keindonesiaan, tetapi juga memiliki daya kritis dan semangat perjuangan dalam merespons tantangan zaman yang terus berubah. Kegiatan Basic Training (LK I) Angkatan XXXVI ini diikuti oleh 25 peserta, yang seluruhnya merupakan mahasiswa dan mahasiswi UNM PGSD Bone. Selama kegiatan berlangsung, peserta dibekali dengan berbagai materi ke-HMI-an, keislaman, dan keorganisasian sebagai fondasi awal dalam proses pengkaderan.

Adapun yang bertindak sebagai Master of Training (MoT) pada kegiatan tersebut yaitu:

Asbullah Rahman, S.Pd., Gr.

A. Aldin Alfathayat, S.Pd.

Nurfadilla Nurdin, S.Pd.

Jasilul Iftirum, S.Pd.

Dila Fatmaisya, S.Pd.

Melalui pelaksanaan Basic Training ini, diharapkan lahir kader-kader HMI Komisariat UPP PGSD Bone yang memiliki integritas, militansi, serta komitmen perjuangan untuk terus berproses dan berkontribusi bagi umat, bangsa, dan organisasi. Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial pengkaderan, melainkan sebagai titik awal proses panjang pembentukan karakter kader HMI yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan. Basic Training (LK I) menjadi ruang dialektika awal bagi peserta untuk mengenal HMI sebagai organisasi perjuangan, bukan sekadar organisasi keanggotaan. Di tengah dinamika perubahan sosial, politik, dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks, kader HMI dituntut untuk memiliki daya adaptif, kemampuan berpikir kritis, serta kepekaan sosial yang tinggi. Oleh karena itu, rangkaian materi dan forum diskusi dalam Basic Training ini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif akan peran kader sebagai agen perubahan yang bertanggung jawab. 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan solidaritas dan ukhuwah antar sesama kader, sehingga tercipta ikatan emosional dan komitmen bersama dalam membesarkan HMI Komisariat UPP PGSD Bone secara berkelanjutan. Nilai kebersamaan, disiplin, dan loyalitas organisasi ditekankan sebagai bagian penting dari proses pembentukan kader. Dengan terlaksananya Basic Training (LK I) Angkatan XXXVI ini, HMI Komisariat UPP PGSD Bone berharap para kader baru tidak berhenti pada tahap formal kelulusan, melainkan terus melanjutkan proses kaderisasi secara berjenjang, aktif dalam dinamika organisasi, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpijak pada Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI.


Komentar