Narasi Dies Natalis Hmi Ke-76
Himpunan mahasiswa Islam Cabang Bone Komisariat UPP PGSD Bone
Oleh Yulistia Rahman
Peran HmI dalam membentuk Kader Intelektual
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah salah satu organisasi massa yang ikut mengawal perkembangan Indonesia di awal kemerdekaan. Organisasi ini lahir atas prakarsa 15 mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (STI), yang kini menjadi Universitas Islam Indonesia (UII) di tahun 1947. Lafran Pane adalah salah satu tokoh yang mencetuskan ide pendirian HMI. Saat itu, dia melihat dan menyadari bahwa mahasiswa Islam yang hidup di zamannya, umumnya belum memahami dan mengamalkan ajaran agama. Penyebabnya adalah sistem pendidikan dan kondisi masyarakat yang belum terlalu mendukung pelaksanaan agama di dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, demi mengubah keadaan, maka perlu dibentuk sebuah organisasi. Organisasi mahasiswa ini diharapkan dapat mengantarkan mahasiswa mengikuti pembaruan atau inovasi di berbagai bidang, sekaligus mengakomodasi pemahaman dan penghayatan ajaran agama yaitu agama islam.Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus memiliki konsekuensi bahwa HMI bertanggung jawab untuk ikut berperan dalam seluruh proses kelangsungan kehidupan umat dan bangsa ini, dalam konteks kesatuan dan kebersamaan guna mewujudkan kader yang berkualitas bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah di masa yang akan datang.
Mengenal sedikit tentang HMI seperti yang saya tuliskan di atas kepada pembaca adalah upaya untuk memberi pengantar, bagi tulisan tentang pengalaman saya di HMI. Tentu jika bagi kader atau alumni HMI hal ini tidak asing lagi. Karena hal-hal yang bersifat konsepsional, seperti karakter organisasi, dari mulai motivasi kelahiran, tujuan, asas, fungsi, sifat, peran, hingga status organisasi itu dijelaskan kepada seluruh anggota HMI dengan detail dan rinci. Malahan hal-hal ini menjadi topik-topik diskusi yang hangat, terkait dengan substansi, relevansi dan tantangan yang dihadapi dalam konteks situasi yang berkembang hari ini. Namun bagi yang belum mengenal HMI, agaknya menceritakan sedikit tentang HMI adalah perlu, untuk mengawali tulisan tentang kisah-kisah di HMI ini. Bagaimanapun saya merasa bahwa mungkin saja tulisan-tulisan ini akan dibaca oleh temanteman, kakak-kakak atau orang lain yang tidak pernah mendengar sedikitpun tentang organisasi ini.
Pertama kali saya mengenal HMI ketika masih duduk dibangku SMA. Ketika pada saat itu saudara saya sedang bercerita dengan saya mengenai hal bahwa saudara saya yang pernah menghadiri atau mengikuti sebuah kegiatan yang dimana pada saat itu yang menjadi pemateri adalah anak-anak HMI, pengurus HMI cabang Soppeng masa itu. Setelah kegiatan tersebut telah selesai, saudara saya berinisiatif untuk belajar dan sharing kepada anak-anak HMI, dan memang ternyata setelah saya mendengar dari saudara saya bahwa anak-anak HMI sangat luas wawasannya tentang banyak hal, saya berpikir, mungkinkah nanti ketika saya sudah kuliah bisa juga bergabung menjadi anak HMI.
Itulah awal pertama saya mengenal HMI. Setelah kemudian saya sudah bergabung di HMI saya menjadi tahu bahwa memang di HMI dikenal strategi rekrutmen pra perguruan tinggi. Awal mula saya ikut HMI karna adanya ajakan beberapa senior di kampus, kebetulan awalnya saya kurang minat dalam berorganisasi tapi setelah ada sosialisasi HMI sedikit menarik saya untuk ikut gabung dalam organisasi HMI ini, apa mungkin itu karena dalam penyampaiannya membuat saya tertarik karena di sosialisasikan oleh salah satu kakak yang menurut saya luar biasa. Setelah itu teman saya juga mengajak untuk ikut HMI setelah saya pikir-pikir apa salahnya mencoba bergabung karna saya juga sudah tertarik sejak SMA.
Materi yang saya pelajari dalam forum LK1 yaitu materi NDP (Nilai-nilai Dasar Perjuangan) dalam materi NDP ini agama kita sengaja digoyahkan untuk membuktikan seberapa jauh keimanan kita pada saat ini. Selama mengikuti organisasi ini, saya mendapatkan beberapa ilmu dari kakak-kakak yang hebat. Dan didalam organisasi ini kita tidak hanya mendapatkan ilmu, tapi di organisasi ini kita juga bisa melakukan beberapa kegiatan lainnya seperti pengajian, safari intelektual, kohati fun, fun futsal, cooking, dan lain sebagainya. Mungkin itu saja narasi saya, semoga kita semua selalu diberkahi dan diberikan kemudahan oleh Allah SWT dalam mencari ilmu serta menggapai cita-cita Aamiin. Yakinkan dengan iman, Usahakan dengan ilmu, Sampaikan dengan Amal, Yaku
Komentar
Posting Komentar