Narasi Dies Natalis HmI Ke-76
Oleh Muh. Ilham Hidayat Arifin
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bone Komisariat UPP PGSD Bone
HmI MY ROLE MODEL
28 Agustus 2022 tepat aku resmi menjadi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) Komisariat UPP PGSD Bone. Saat itu merupakan moment bersejarah dalam hidupku, banyak pengalaman menarik dan tentunya membuat saya sangat bersemangat dalam menekuni organisasi ini. Organisasi memang awalnya pernah digeluti oleh beberapa tokoh-tokoh penting seperti jusuf kalla, Anies Baswedan, dan lain-lain. Awalnya saya tidak ingin bergabung di HmI karena saya tidak tau HmI itu seperti apa dan juga apa kegiatan-kegiatan yang dilakukan serta apa dampak yang bisa saya rasakan. Senior yang mengajak saya pun saya tidak kenal awalnya akan tetapi caranya mengajak dan mensosialisasikan HmI membuat saya tertarik untuk bergabung di organisasi ini. Tapi pertanyaan saya terjawab ketika saya masuk dan bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam. Sebelum menjadi kader kita harus melewati yang namanya MAPERCA (Masa Perkenalan Calon Anggota). Di Maperca saya banyak belajar bahwa kita memang dilatih untuk mengetahui sesuatu yang belum kita tahu menjadi tahu. Ketika saya Maperca banyak kemudian pengetahuan baru yang saya dapatkan seperti apa itu ketuhanan, kepercayaan terhadap tuhan dan banyak kemudian pertanyaan yang membuat saya semakin penasaran dengan organisasi ini. Disini Senior HmI memang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi, kemampuan Publik Speaking yang baik, jiwa sosial yang tinggi, yang semakin membakar jiwa semangat saya untuk menelusuri lebih dalam tentang HmI. Setelah tahap Maperca selesai, saya pun melanjutkan ke tahap Screening, disini saya lebih fokus dan teliti dalam menyirmak materi yang diberikan. Materinya pun terkesan menarik dan menantang karena disini kita diuji pengetahuan tentang materi yang akan turun. Kita diberikan pengecoh ditambah dengan seorang instruktur yang selalu menggali pengetahuan membuat kita kadang merasa ragu dengan apa yang kita yakini. Disinilah saya mulai sadar bahwa segala sesuatu tidak boleh langsung kita percayai, karena dibalik itu terdapat alasan atau pendukung terhadap apa yang kita yakini maupun percayai. Setelah mengikuti tahap screening selama 3 hari, sampailah kita di tahap Evaluasi. Pada tahap ini, saya merasa shock dan terkejut karena anggapan saya bahwa evaluasi itu kita diuji satu persatu terkait dengan beberapa materi yang telah diberikan. Akan tetapi pada tahap evaluasi ini kita tidak diuji secara materi melainkan diuji secara mental. Berbagai macam aksi penguji maupun senior harus kita hadapi dengan kuat. Karena dengan diuji secara mental itu bisa membuat kita lebih terbiasa nantinya dengan kehidupan perkuliahan. Saya rasa evaluasi seperti ini tetap berdampak positif kepada saya pribadi bisa memilki mental health yang lebih baik. Setelah itu saya resmi menjadi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) banyak kemudian hal baru yang saya dapatkan selain dengan mengikuti kajian saya juga banyak bergaul dengan senior HmI karena jujur senior saya itu wawasannya luas banget bukan hanya tentang HmI melainkan pengetahuan umum, logika, dan juga tentunya kehidupan perkuliahan. Saya sangat kagum dan juga antusias dengan kakak HmI karena banyak informasi positif yang selalu dia berikan kepada saya, belajar manajemen waktu, membangun hubungan emosional yang baik, cara berbicara di depan umum, dan masih banyak lagi. Karena senior saya itu semuanya memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan juga dapat mencairkan suasana dalam kondisi apapun. HmI mampu mengubah saya pribadi menjadi orang yang lebih baik, berkat HmI saya bisa berkomunikasi dengan baik dan juga tentunya saya memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dan juga memiliki jiwa sosial yang tinggi semuanya itu berkat saya bergabung dan menjadi bagian dari Himpunan Mahasiswa Islam (HmI). Saya banyak berterimakasih kepada Himpunan Mahasiswa Islam karena mampu mengubah saya ke arah yang lebih baik.
Komentar
Posting Komentar